Kamis, 29 April 2010

universitas surabaya kampus hijau..posting yang mungkin terakhir untuk

pada postingan(yang mungkin terakhir ini). besok sehubungan dengan diadakannya uts untuk mata kuliah tk internet.. maka berakhir sudah masa untuk kompetisi SEO(search enginge optimizer). pada liputan yang terakhir ini ingin mengucapkan banyak terima kasih bagi berbagai sumber yang telah mau memberikan link atau backlink untuk web ini.
semoga kebaikan anda semua diterima oleh TUHAN YME..

semoga dengan adanya web ini pula.. kampus kampus lain juga berminat untuk mengdakan gerakan kampus hijau seperti yang diadakan di universitas surabaya ini..

semoga universitas surabaya kampus hijau selalu berjaya..

hidup universitas surabaya kampus hijau....
slaam....

Senin, 26 April 2010

universitas surabaya kampus hijau..

kembali dalam artikel universitas surabaya kampus hijau. dalam artikel kali ini akan menceritakan ttg kegiatan ubaya dalam mgg ini..

dalam mgg terakhir dalam bulan april,anak2 ubaya akan melakukan uts minggu kedua..
mayoritas banyak anak ubaya dalam mgg kedua ini pada hari rabu sudah selesai melaksanakan utsnya.. hanya beberapa saja yang masih berkutat di universitas surabaya kampus hijau.

selama minggu kedua ini pengalaman merasakan uts disertai dengan hujan yang sangat deras.. mulai dari hari jumat tanggal 23 april hingga hari ini,pada saat pagi kota surabaya hampir seluruhnya disiram air hujan yang cukup deras.. walaupun demikian tidak menyurutkan semangata para mahasiswa / i universitas surabaya kampus hijau untuk melanjutkan uts mereka..
sekian progres report tentang universitas surabaya kampus hijau...
sampai bertemu di artikel berikutnya..

Rabu, 21 April 2010

ubaya hijau

pada liputan kali ini akan memberitahu anda mengenai kegiatan ubaya kali ini..

pada masa - masa sekarang para mahasiswa ubaya sedang disibukkan mengenai uts atau ujian tengah semester.. ujian ini diadakan selama kurang lebih 2 minggu,

Di ubaya jika sedang berlangsung uts seperti ini maka tidak akan ada kegiatan perkuliahan seperti biasanya..

jadi doakan para mahasiswa / i Ubaya yang sedang ujian yahhhh,,,

good luck for our exam,,,,

Selasa, 20 April 2010

progres ubaya kampus hijau

setelah sekian lama tidak update.. dalam update kali ini akan memberi tahukan mengenai progres update dari kampus hijau ubaya tercinta.. untuk sementara ubaya sudah banyak mendirikan tempat - tempat untuk para perokok melampiaskan hasrat merokok.

dengan didirikannya tempat tersebut tentu ubaya sudah menggalakan gerakan go green..


banyak sekali tempat - tempat yang sudah didirikan antara lain di beberapa titik strategis yang menghubungkan beberapa fakultas di ubaya.. di daerah fakultas teknik dan ekonomi. lalu di dekat perpusatakaan..

untuk kedepannya ubaya berencana untuk setiap fakultas ada tempat seperti itu..

untuk foto menyusul yahh....

Minggu, 28 Maret 2010

go green

MENUJU BABEL HIJAU (GO GREEN BABEL) | UPAYA PENYELAMATAN DARI KERUSAKAN LINGKUNGAN

Jika bumi tetap dibiarkan seperti saat ini maka bukan tidak mungkin bencana akan melanda negri ini dan Bangka Belitung khususnya. Dengan semakin langkanya tumbuhan maka cadangan air juga berkurang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjaga bumi ini agar kehidupan tetap berlangsung dengan baik. Serta melaksanakan pepatah “muda menanam, tua menuai” untuk membuat bumi tersenyum pada kita. Sehingga kita tidak kepanasan lagi, tidak lagi dilanda kekeringan yang berkepanjangan serta generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini. Kesadaran pribadi turut mendukung keberhasilan program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau kembali
Selamatkan Bumi dan Lingkungan Kita


“Berhentilah menyakiti aku, jika tidak ingin menderita”


Mungkin kalimat diatas tadi yang akan diucapkan oleh Bumi seandainya ia bisa bicara. Ini disebabkan oleh lingkungan yang semakin rusak. Kerusakan tidak hanya terjadi di darat tapi juga laut dan udara.

Kerusakan lingkungan semakin hari semakin bertambah kompleks sehingga kita pun merasakan bumi semakin panas. Ini disebabkan berkurangnya ruang yang ditumbuhi oleh pepohonan. Kerusakan ini disebabkan oleh penambangan, perkebunan dan aktivitas penduduk. Kerusakan alam di Provinsi kepulauan Bangka Belitung lebih banyak disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Kegiatan pertambangan dapat berdampak pada perubahan/rusaknya ekosistem. Ekosistem yang rusak diartikan sebagai suatu ekosistem yang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya secara optimal, seperti perlindungan tanah, tata air, pengatur cuaca, dan fungsi-fungsi lainnya dalam mengatur perlindungan alam lingkungan.

Kegiatan penambangan timah di Bangka Belitung menyebabkan timbulnya lobang-lobang besar. Lobang-lobang ini dengan mudah ditemukan disetiap sudut daerah ini. Kerusakan alam yang terjadi di Provinsi kepulauan Bangka Belitung sangat parah. Kerusakan ini tidak hanya terjadi di darat tetapi juga dilaut. Aktivitas penambangan di darat menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang bisa menyerap air. Sedangkan penambangan di laut menyebabkan rusaknya terumbu karang serta kekeruhan meningkat. Meningkatnya kekeruhan akan menghalangi sinar matahari masuk kedalam laut sehingga proses fotosintesis terganggu, hingga pada akhirnya juga akan mengganggu keseimbangan ekosistem di laut.

Gangguan ekosistem akibat penambangan ini dikategorikan dalam gangguan yang mempunyai intensitas berat. Hal ini dikarenakan struktur hutan rusak berat/hancur yang menyebabkan produkfitas tanahnya menurun (http://dim.esdm.go.id). Dampak lain yang timbul akibat penambangan timah adalah lahan yang terdegradasi.

Degradasi pada lahan bekas tambang meliputi perubahan sifat fisik dan kimia tanah, penurunan drastis jumlah spesies baik flora, fauna serta mikroorganisme tanah. Dengan kata lain, lahan yang terdegradasi memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan struktur tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman (http://agarica.wordpress.c0m, 2009).

Untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak akibat kegiatan pertambanga dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya dengan reklamasi. Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki lahan pasca penambangan, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan revegetasi. Revegetasi sendiri bertujuan untuk memulihkan kondisi fisik, kimia dan biologis tanah tersebut. Namun upaya perbaikan dengan cara ini masih dirasakan kurang efektif, hal ini karena tanaman secara umum kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrim, termasuk bekas lahan tambang. Oleh karena itu aplikasi lain untuk memperbaiki lahan bekas tambang perlu dilakukan, salah satunya dengan mikroorganisme.

Perbaikan kondisi tanah meliputi perbaikan ruang tubuh, pemberian tanah pucuk dan bahan organik serta pemupukan dasar dan pemberian kapur. Kendala yang dijumpai dalam merestorasi lahan bekas tambang yaitu masalah fisik, kimia (nutrients dan toxicity), dan biologi. Masalah fisik tanah mencakup tekstur dan struktur tanah. Masalah kimia tanah berhubungan dengan reaksi tanah (pH), kekurangan unsur hara, dan mineral toxicity. Untuk mengatasi pH yang rendah dapat dilakukan dengan cara penambahan kapur. Sedangkan kendala biologi seperti tidak adanya penutupan vegetasi dan tidak adanya mikroorganisme potensial dapat diatasi dengan perbaikan kondisi tanah, pemilihan jenis pohon, dan pemanfaatan mikroriza.

Oleh karena itu diperlukan pemilihan spesies yang cocok dengan kondisi setempat, terutama untuk jenis-jenis yang cepat tumbuh, misalnya sengon, yang telah terbukti adaptif untuk tambang. Dengan dilakukannya penanaman sengon minimal dapat mengubah iklim mikro pada lahan bekas tambang tersebut. Untuk menunjang keberhasilan dalam merestorasi lahan bekas tambang, maka dilakukan langkah-langkah seperti perbaikan lahan pra-tanam, pemilihan spesies yang cocok, dan penggunaan pupuk.

Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang, dapat ditentukan dari persentasi daya tumbuhnya, persentasi penutupan tajuknya, pertumbuhannya, perkembangan akarnya, penambahan spesies pada lahan tersebut, peningkatan humus, pengurangan erosi, dan fungsi sebagai filter alam. Dengan cara tersebut, maka dapat diketahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam merestorasi lahan bekas tambang (http://dim.esdm.go.id).

Jika bumi tetap dibiarkan seperti saat ini maka bukan tidak mungkin bencana akan melanda negri ini dan Bangka Belitung khususnya. Dengan semakin langkanya tumbuhan maka cadangan air juga berkurang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjaga bumi ini agar kehidupan tetap berlangsung dengan baik. Serta melaksanakan pepatah “muda menanam, tua menuai” untuk membuat bumi tersenyum pada kita. Sehingga kita tidak kepanasan lagi, tidak lagi dilanda kekeringan yang berkepanjangan serta generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini. Kesadaran pribadi turut mendukung keberhasilan program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau kembali.



PENULIS : Heliani

Mahasiswi Jurusan Biologi
Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi
Universitas Negeri Bangka Belitung


Pernah dipublikasikan di Harian Pagi Bangka Pos pada tanggal 23 Juni 2009
dikutip dari :http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=MENUJU%20BABEL%20HIJAU%20(GO%20GREEN%20BABEL)%20|%20UPAYA%20PENYELAMATAN%20DARI%20KERUSAKAN%20LINGKUNGAN&&nomorurut_artikel=355

go green

MENUJU BABEL HIJAU (GO GREEN BABEL) | UPAYA PENYELAMATAN DARI KERUSAKAN LINGKUNGAN

Jika bumi tetap dibiarkan seperti saat ini maka bukan tidak mungkin bencana akan melanda negri ini dan Bangka Belitung khususnya. Dengan semakin langkanya tumbuhan maka cadangan air juga berkurang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjaga bumi ini agar kehidupan tetap berlangsung dengan baik. Serta melaksanakan pepatah “muda menanam, tua menuai” untuk membuat bumi tersenyum pada kita. Sehingga kita tidak kepanasan lagi, tidak lagi dilanda kekeringan yang berkepanjangan serta generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini. Kesadaran pribadi turut mendukung keberhasilan program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau kembali
Selamatkan Bumi dan Lingkungan Kita


“Berhentilah menyakiti aku, jika tidak ingin menderita”


Mungkin kalimat diatas tadi yang akan diucapkan oleh Bumi seandainya ia bisa bicara. Ini disebabkan oleh lingkungan yang semakin rusak. Kerusakan tidak hanya terjadi di darat tapi juga laut dan udara.

Kerusakan lingkungan semakin hari semakin bertambah kompleks sehingga kita pun merasakan bumi semakin panas. Ini disebabkan berkurangnya ruang yang ditumbuhi oleh pepohonan. Kerusakan ini disebabkan oleh penambangan, perkebunan dan aktivitas penduduk. Kerusakan alam di Provinsi kepulauan Bangka Belitung lebih banyak disebabkan oleh kegiatan pertambangan. Kegiatan pertambangan dapat berdampak pada perubahan/rusaknya ekosistem. Ekosistem yang rusak diartikan sebagai suatu ekosistem yang tidak dapat lagi menjalankan fungsinya secara optimal, seperti perlindungan tanah, tata air, pengatur cuaca, dan fungsi-fungsi lainnya dalam mengatur perlindungan alam lingkungan.

Kegiatan penambangan timah di Bangka Belitung menyebabkan timbulnya lobang-lobang besar. Lobang-lobang ini dengan mudah ditemukan disetiap sudut daerah ini. Kerusakan alam yang terjadi di Provinsi kepulauan Bangka Belitung sangat parah. Kerusakan ini tidak hanya terjadi di darat tetapi juga dilaut. Aktivitas penambangan di darat menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang bisa menyerap air. Sedangkan penambangan di laut menyebabkan rusaknya terumbu karang serta kekeruhan meningkat. Meningkatnya kekeruhan akan menghalangi sinar matahari masuk kedalam laut sehingga proses fotosintesis terganggu, hingga pada akhirnya juga akan mengganggu keseimbangan ekosistem di laut.

Gangguan ekosistem akibat penambangan ini dikategorikan dalam gangguan yang mempunyai intensitas berat. Hal ini dikarenakan struktur hutan rusak berat/hancur yang menyebabkan produkfitas tanahnya menurun (http://dim.esdm.go.id). Dampak lain yang timbul akibat penambangan timah adalah lahan yang terdegradasi.

Degradasi pada lahan bekas tambang meliputi perubahan sifat fisik dan kimia tanah, penurunan drastis jumlah spesies baik flora, fauna serta mikroorganisme tanah. Dengan kata lain, lahan yang terdegradasi memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan struktur tanah yang kurang baik untuk pertumbuhan tanaman (http://agarica.wordpress.c0m, 2009).

Untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak akibat kegiatan pertambanga dapat dilakukan berbagai cara, salah satunya dengan reklamasi. Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki lahan pasca penambangan, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan revegetasi. Revegetasi sendiri bertujuan untuk memulihkan kondisi fisik, kimia dan biologis tanah tersebut. Namun upaya perbaikan dengan cara ini masih dirasakan kurang efektif, hal ini karena tanaman secara umum kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrim, termasuk bekas lahan tambang. Oleh karena itu aplikasi lain untuk memperbaiki lahan bekas tambang perlu dilakukan, salah satunya dengan mikroorganisme.

Perbaikan kondisi tanah meliputi perbaikan ruang tubuh, pemberian tanah pucuk dan bahan organik serta pemupukan dasar dan pemberian kapur. Kendala yang dijumpai dalam merestorasi lahan bekas tambang yaitu masalah fisik, kimia (nutrients dan toxicity), dan biologi. Masalah fisik tanah mencakup tekstur dan struktur tanah. Masalah kimia tanah berhubungan dengan reaksi tanah (pH), kekurangan unsur hara, dan mineral toxicity. Untuk mengatasi pH yang rendah dapat dilakukan dengan cara penambahan kapur. Sedangkan kendala biologi seperti tidak adanya penutupan vegetasi dan tidak adanya mikroorganisme potensial dapat diatasi dengan perbaikan kondisi tanah, pemilihan jenis pohon, dan pemanfaatan mikroriza.

Oleh karena itu diperlukan pemilihan spesies yang cocok dengan kondisi setempat, terutama untuk jenis-jenis yang cepat tumbuh, misalnya sengon, yang telah terbukti adaptif untuk tambang. Dengan dilakukannya penanaman sengon minimal dapat mengubah iklim mikro pada lahan bekas tambang tersebut. Untuk menunjang keberhasilan dalam merestorasi lahan bekas tambang, maka dilakukan langkah-langkah seperti perbaikan lahan pra-tanam, pemilihan spesies yang cocok, dan penggunaan pupuk.

Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang, dapat ditentukan dari persentasi daya tumbuhnya, persentasi penutupan tajuknya, pertumbuhannya, perkembangan akarnya, penambahan spesies pada lahan tersebut, peningkatan humus, pengurangan erosi, dan fungsi sebagai filter alam. Dengan cara tersebut, maka dapat diketahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam merestorasi lahan bekas tambang (http://dim.esdm.go.id).

Jika bumi tetap dibiarkan seperti saat ini maka bukan tidak mungkin bencana akan melanda negri ini dan Bangka Belitung khususnya. Dengan semakin langkanya tumbuhan maka cadangan air juga berkurang. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjaga bumi ini agar kehidupan tetap berlangsung dengan baik. Serta melaksanakan pepatah “muda menanam, tua menuai” untuk membuat bumi tersenyum pada kita. Sehingga kita tidak kepanasan lagi, tidak lagi dilanda kekeringan yang berkepanjangan serta generasi mendatang tetap bisa merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini. Kesadaran pribadi turut mendukung keberhasilan program yang dicanangkan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau kembali.



PENULIS : Heliani

Mahasiswi Jurusan Biologi
Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi
Universitas Negeri Bangka Belitung


Pernah dipublikasikan di Harian Pagi Bangka Pos pada tanggal 23 Juni 2009
dikutip dari :http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=MENUJU%20BABEL%20HIJAU%20(GO%20GREEN%20BABEL)%20|%20UPAYA%20PENYELAMATAN%20DARI%20KERUSAKAN%20LINGKUNGAN&&nomorurut_artikel=355

langkah - langkah go green

Berikanlah hadiah yang termahal untuk anak cucu anda, Dunia Bebas Polusi. Hadiah ini bisa anda berikan tanpa harus keluar uang sepeser pun. Hanya dari diri anda sendiri untuk kebahagiaan dan kesehatan keturunan anda.


Apa itu? Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian anda. Go Green!

* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.

dikutip dari :http://www.dexton.adexindo.com/artikel-go-green-hadiah

go green

temperatur di indonesia telah naik sampai 3,5 derajad celcius.Gejalanya seperti salju yang memuncak dijaya wijaya,medan dan denpasar yang naik suhunya dan hutan bakau dibali memperparah dengan banjir dilobi hotel.jawa juga sama,laut naik kepermukaan teluk jakarta dan tahun 2050 diperkirakan jakarta dan bekasi akan terendam sampai 90 cm... separo jakarrta akan tenggelam dan pantai timur hilang dan sumatera menyusut menjadi 1/3 bagian. pulau sumbawa akan terbagai dua.

kita bisa mencegah dengan:
mempertahankan hutan bakau dan terumbu karang untuk mencegah eroso dan naiknya air laut kedaratan.
mengurangi emisi dan penyelamatan hutan,menghemat listrik dan rajin uji emisi kendaraan.

Sabtu, 27 Maret 2010

go green by jason mraz

Pada 22 Maret yang lalu adalah Hari Air Sedunia. Jason Mraz, penyanyi sekaligus pencipta lagu menulis tentang Hari Air Sedunia di blognya, 2 kali. Kita bisa belajar kepeduliannya dengan masalah air ini, lho!

--


Wet's the Deal, Yo!

Water. It really is the kind of thing we as Americans sometimes take for granted. I mean, the average American uses between 80 to 100 gallons of water each day.

Can you imagine not having access to clean drinking water, or clean water to bathe with, wash with or even cook with? Instead of simply walking to the faucet and turning it on…imagine having to walk two or more hours to get to a source of clean water.
Nearly 900 million people in the world do not have access to safe, clean water,—and nearly half of those people are children. This is a stark reality.

In fact 24,000 children die every day from preventable causes—and nearly 4,100 of those children die as a result of diseases from dirty water. UNICEF’s goal is to reduce the number of needless deaths to zero.

The UNICEF Tap Project is a grassroots initiative built around World Water Day, March 22. From March 21st through March 27th funds will be raised to help UNICEF provide clean water to children around the world. The campaign invites individuals to donate $1 or more for the tap water they usually enjoy for free at participating restaurants, to host a fundraising event, or to make a donation at tapproject.org.

Thousands of volunteers have mobilized for the UNICEF Tap Project, along with restaurants coast to coast, community leaders, ad agencies, corporations and celebrities, all joining in this effort to make sure that zero children die due to a lack of access to clean water.

HOW TO HELP:
Easy. tapproject.org has all the info you need to donate your dollar or to find a local participating restaurant where you can donate, OR text “TAP” to “UNICEF” (864233) to make a $5 donation.

With $1 UNICEF can provide safe water to one child for 40 days, or forty children safe water for one day.

Through UNICEF your money will go to improving access to safe water and sanitation facilities in schools and communities, and to promoting safe hygiene practices. UNICEF's goal is to reduce by half the proportion of people without sustainable access to safe water and basic sanitation by 2015.

If you're in Los Angeles this Wet Wednesday, stop by the Roxy in West Hollywood for the Tapproject Event.
Thank you for caring about health.
And thank you for sharing the wealth.



sumber : Jason Mraz's blog

Minggu, 21 Maret 2010

gerakan pramuka identik dengan penghijauan lingkungan

Pramuka tidak bakal kalah dengan kalangan NGO atau LSM lingkungan hidup. Apa sebabnya? Karena Pramuka memiliki potensi sumber daya manusia yang tidak akan ada habis-habisnya. Dibandingkan NGO yang banyak didirikan kalangan pemerhati setelah selepas masa remaja bahkan masa senja, maka Pramuka sejak usia dini telah ditanamkan modal cinta lingkungan bahkan giat berlingkungan.

Hijaunya Pramuka adalah hijaunya negara. Pramuka harus menjadi organisasi yang mempersiapkan kaum pelajar menjadi elit pemimpin hijau setidak-tidaknya dalam komunitas masyarakat menjadi warga hijau yang peduli dan aktif memelihara lingkungan hidup. Hal ini mengantisipasi semakin acuh tak acuhnya masyarakat dan lemahnya penegakan hukum terhadap kerusakan lingkungan hidup. Karena dari Praja Karana ini, mereka dapat mengemban tugas ‘bangsa’ yang berpahala ganda, baik secara sosial lingkungan maupun kepada Tuhan YME selaku pencipta alam lingkungan.

Model apa yang dapat membawa Pramuka menjadi gerakan penghijauan?

1. Model pembelajaran Pramuka harus dikombinasikan dengan model kegiatan cinta hutan dan taman. Pramuka mendapat duta-duta gerakan penanaman sejuta pohon sekaligus memeliharanya dan memantaunya secara terus-menerus hingga pohon itu tumbuh sempurna.
2. Model penghijauan dilakukan di sekolah-sekolah dengan membuat sekolah lebih hijau, bersih dan cantik. Pramuka seyogyanya aktif bersama Pembina di sekolah membuat lubang biopori, hutan sekolah, taman sekolah, hingga membuat produk barang dari bahan-bahan bekas.
3. Model pembinaan semi eko-wisata, yaitu Pramuka mendapatkan pengetahuan dini mengenai manfaat dan fungsi hutan secara berkesinambungan. Manfaat hutan secara ekonomi, sosial, ekologis hingga medis. Program ini harus dilakukan secara reguler, bukan hanya terpusat di Cibubur sebagai markas, namun terjun ke hutan-hutan seantero nusantara.

Jadi sekali lagi, gerakan Pramuka adalah asset strategis bangsa yang perlu dipertahankan dan terus didayagunakan, sehingga Pramuka selalu memancarkan sinar pandu yang gemilang dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.(*)

dikutip dari :http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com

langkah penghijauan dalam kampus

angkah-langkah yang dilakukan untuk menanggapi pemanasan global yang lebih dikenal dengan dengan Global Warming ini adalah dengan upaya mendaur ulang sampah dan membedakan sampah-sampah. Sampah-sampah dibedakan antara sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik harus dibuang di kotak sampah yang sudah diberi cat warna hijau yang artinya sampah itu bisa diaur ulang atau bisa dijadikan bahan untuk membuat pupuk organik/kompos. Sedangkan sampah anorganik atau sampah yang tidak bisa didaur ulang harus disisihkan di tong sampah yang bercat kuning. Walaupun tong sampahnya terbuat dari bekas wadah cat tembok, tapi hal ini sudah cukup untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan. Dengan adanya pembedaan jenis sampah ini, tukang sampah pah sekolah jadi tidak susah dan repot untuk membuang sampah karena sampahnya sudah dibedakan.

Senin, 15 Maret 2010

manfaat dari gerakan kampus hijau yang berdampak kepada lingkungan

Tujuan penghijauan adalah :

a. Untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup

b. Untuk meningkatkan kota yang asri, serasi, lestari

c. Untuk melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.



Manfaat penghijauan adalah :

1. Manfaat Estetis (Keindahan)

Pohon memiliki berbagai macam bentuk tajuk yang khas, sehingga menciptakan keindahan tersendiri. Oleh karena itu bila disusun secara berkelompok dengan jenis yang sama pada masing-masing kelompok akan menciptakan keindahan atau suasana yang nyaman.(universitas surabaya kampus hijau)Struktur bangunan tanpa diimbangi dengan pohon-pohon akan terasa gersang, sebaliknya bila sekitarnya ditanam pohon serta ditata dengan baik akan nampak hijau dan asri.(universitas surabaya kampus hijau)



2. Manfaat Orologis

Akar pohon dengan tanah merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi atau pengikisan tanah. Inilah yang disebut manfaat orologis.



3. Manfaat Hidrologis

Dalam hal ini dimaksudkan bahwa tanaman-tanaman pada dasarnya akan menyerap air hujan. Dengan demikian banyaknya kelompok pohon-pohon akan menjadikan daerah sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi.(universitas surabaya kampus hijau)

manusia dan makhluk lainnya.



4. Manfaat Klimatologis

Dengan banyaknya pohon akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk dan nyaman. Jadi secara klimatologis kehadiran kelompok pohon-pohon pelindung sangat besar artinya.



5. Manfaat Edaphis

Ini adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.



6. Manfaat Ekologis

Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air, dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.



7. Manfaat Protektif

Manfaat protektif adalah karena pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara. Disamping juga melindungi mata dari cahaya silau.(universitas surabaya kampus hijau)



8. Manfaat Hygienis

Adalah sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan O2 (Oksigen) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap CO2 (Karbondioksida) yaitu udara kotor hasil gas buangan sisa pembakaran. Jadi secara hygienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.



9. Manfaat Edukatif

Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di kota merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

Jumat, 12 Maret 2010

dasar gerakan kampus hijau

PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Banyak fakta yang menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.

Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Memilih jenis tanaman dengan alasan mudah diperoleh, murah harganya dan cepat tumbuh.

Penghijauan perkotaan

Penghijauan dalam arti luas adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan.

Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.

Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).

Penghijauan berperan dan berfungsi (1) Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan; (2) Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar; (3) Pencipta lingkungan hidup (ekologis); (4) Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya; (5) Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu); (6) Keindahan (estetika); (7) Kesehatan (hygiene); (8) Rekreasi dan pendidikan (edukatif); (9) Sosial politik ekonomi.

Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.

go green at campus

Ubaya mencanangkan "diri" sebagai kampus hijau pertama di surabaya.
hal ini dapat dilihat dengan diterapkannya banyak ruangan bagi para perokok,sehingga tidak mengganggu kenyamanan publik.. untuk foto akan menyusul yah^^...
go universitas surabaya kampus hijau....
go green at campus......

Rabu, 10 Maret 2010

Universitas Surabaya Kampus hijau

dalam rangka menyambut penghijauan di kota Surabaya tercinta.. Universitas Surabaya (Ubaya) mengadakan gerakan go green di sekitar kampus.. dengan adanya gerakan ini,Ubaya mencanangkan "diri" sebagai kampus hijau pertama di surabaya.
hal ini dapat dilihat dengan diterapkannya banyak ruangan bagi para perokok,sehingga tidak mengganggu kenyamanan publik.. untuk foto akan menyusul yah^^...

Senin, 08 Maret 2010

tips untuk SEO

pada awal masuk kuliah saat mata kuliah Topik Khusus internet langsung diberikan tugas yaitu SEO(Search Engine Optimizer)....
SEO / Belajar seo adalah cara-cara untuk membuat halaman web anda dapat di-index oleh Search Engine (SE) dan mendapatkan PageRank atau ranking halaman yang tinggi sehingga dapat tampil dihalaman awal SE tersebut ketika sebuah kata kunci (keyword) dimasukkan.Dengan kata lain, Belajar SEO atau Search Engine Optimization adalah sebuah seni dan metode untuk membuat halaman website anda “menarik” bagi search engine seperti Google dan Yahoo.

Sebagai contoh silahkan anda membuka sebuah search engine paling top saat ini di google lalu ketikkan keyword “Belajar seo” di kotak pencarian. tanpa tanda petik. Nah… hasil pencarian yang keluar adalah halaman website yang telah di-index oleh google, dan dimasukkan ke dalam database mereka.

Hasil pencarian yang muncul di halaman pertama, terutama di halaman pertama posisi 5 teratas, adalah halaman web yang dinilai oleh Google sebagai halaman website yang memiliki pagerank paling tinggi. Halaman ini juga disebut sebagai hot zone.

Sampai saat ini tidak ada orang yang tahu secara pasti apakah kriteria Google dalam menilai ranking sebuah halaman karena hal ini dirahasiakan oleh mereka, dan kriteria tersebut tampaknya selalu berubah mengikuti situasi dan kondisi yang terjadi di dunia Internet marketing.

Semua usaha untuk optimizing sebuah halaman web dilakukan berdasarkan kriteria yang pernah diterapkan oleh search engine dan dengan cara mengamati dinamika yang terjadi di dunia Internet marketing

Praktek untuk optimasi website dimulai pada pertengahan tahun 90an oleh para webmaster (pengelola website). Pada saat itu langkah yang dilakukan oleh para webmaster adalah mengirimkan atau mensubmit alamat web (URL) mereka ke Search Engine, dan kemudian SE akan mengirimkan web crawler atau spider mereka ke website tsb, menelusuri halaman demi halaman lalu mendownload halaman tersebut untuk diindex dan disimpan ke database mereka. Selanjutnya program pengindex akan mencari informasi dalam website tersebut, untuk menentukan pagerank sesuai dengan standar masing-masing search engine.

Seiring dengan meningkatnya kompetisi di dunia bisnis online, para webmaster mulai mencari cara untuk mengakali sistem dari search engine demi memenangkan persaingan memperebutkan posisi teratas di SERP (search engine result page).

Hal ini juga memaksa search engine untuk selalu memperbaiki sistem mereka dari waktu ke waktu. Search engine merancang sistem index mereka dengan dasar beberapa faktor, antara lain:

- Nama domain

- Judul

- Html Tags

- Kata kunci yang digunakan

- Nama file image (alt attribute)

- Frekwensi update website

- Sitemap

- Kepadatan kata kuci

- Dll

Selain itu link dari web lain yang menuju website bersangkutan (inbound links) juga menjadi pertimbangan yang penting.

Untuk membuat website kita dapat segera di index oleh search engine, kita dapat melakukan langkah-langkah seperti berikut:

1. Mensubmit alamat web kita ke Google

2. Aktif di forum yang sesuai denga tema website kita (misal topik tentang belajar seo, belajar internet marketing dll), lalu membuat signature yang menunjuk ke alamat website kita. Hal ini juga berlaku untuk membuat comment di blog-blog milik orang lain dengan menyertakan alamat website di comment anda.

3. Membuat blog di blogger atau blogspot yang sesuai dengan tema website kita, lalu membuat link yang menuju website kita – blogger.com adalah salah satu jaringan blog kesayangan google, sebuah blog baru disana dalam beberapa hari sudah diindex oleh google sehingga dengan meletakkan link kita disana crawler milik Google dapat segera mengikuti dan menemukan website kita.

4. Membuat bbrp artikel pendek yang kemudian kita submit ke artcle directory, biasanya article directory menyediakan fasilitas biodata pengarang dan memperbolehkan pengarang meletakkan alamat websitenya disana, satu lagi link mengarah ke website kita.

5. Selalu mengupdate website kita, minimal seminggu 2 kali, Google spider sangat menyukai website yang dinamis sehingga mereka akan sering berkunjung ke web anda.

6. Mengajak pemilik website lain dengan tema yang sama untuk saling bertukar link

Dalam Belajar SEO banyak sekali hal yang harus diperhatikan sehingga sulit untuk membuat sebuah web yang langsung sempurna SEO-nya, dengan kata lain optimasi sebuah website dilakukan secara gradual dan terus menerus berubah. Langkah-langkah diatas adalah langkah minimal yang bisa kita lakukan sembari kita terus belajar dan menambahkan optimasi secara perlahan sampai website kita benar-benar “optimized”

Sumber Informasi:
http://marketing-watch.com/blog/2007/08/04/seo-6-cara-untuk-menampilkan-website-anda-di-halaman-pertama-google/

kampus hijau

dalam rangka go green universitas surabaya mengadakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan go green.
untuk lebih lanjut kunjungi blog ubaya-kampushijau.blogspot.com ini,serta follow ya..

tugas universitas kampus hijau

Saat ini universitas surabaya sudah mulai perkuliahan,sudah mulai masuk pada tanggal 01 maret 2010.
di awal perkuliahan sudah mendapat tugas untuk membuat SEO,berlomba untuk dapat page rank yang baik..
tugas untuk membuat seo ini akan di cek pada minggu uts......
sering- sering buka blog ini yaaa......

Minggu, 07 Maret 2010

universitas surabaya kampus hijau

dalam perkembangan untuk menjadi kampus pelopor green university. Ubaya mengadakan berbagai macam kegiatan untuk menjadi green campus..


UBAYA berusaha menjadi the green campus pertama di Surabaya...

Sabtu, 06 Maret 2010

Universitas Surabaya Kampus hijau

dalam perkembangan untuk menjadi kampus pelopor green university. Ubaya mengadakan berbagai macam kegiatan untuk menjadi green campus..

Foto - foto lingkungan ubaya dapat dilihat disini


link untuk melihat Ubaya go green antara lain :

situs ini sendiri
universitasurabayakampushijau.blogspot.com

Kamis, 04 Maret 2010

universitas surabaya kampus hijau

Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauUniversitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau

Universitas Surabaya Kampus hijau

Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijauv
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau
Universitas Surabaya Kampus hijau